Life is Fine

Life is Fine

Sunday, June 12, 2016

Pengalaman Gagal LPDP di Seleksi Substansi Batch II 2016

Kecewa? sudah pasti. Denial? Iya. Sedih? tidak usah ditanya. Khawatir? sangat.

Pengalaman gagal Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) ini saya anggap sebagai salah satu cobaan terberat untuk mental saya. Kenapa mental? karena mengalami rejections berkali-kali itu berat rasanya. Serasa mempertanyakan lagi semuanya : Kenapa saya bisa tidak dapat? apa saya sebodoh ini? apa saya bisa dapat masa depan yang baik? apa saya kurang ini, apa saya kurang itu, berbagai pertanyaan seperti ini serasa lari-lari dan memenuhi pikiran saya saat tanggal 10 Juni 2016 saya membuka account page LPDP yang menyatakan bahwa saya tidak lolos seleksi wawancara Batch II (11-13 Mei 2016) di STAN, Jakarta. 
Sepertinya untuk batch II ini, yang mendapatkan e-mail pengumuman hanya peserta yang lolos seleksi substansi, sedangkan yang tidak lolos mendapatkan pengumuman di status akun pada website LPDP. Oya, pengumuman dimulai dari jam 6 sore.

Kalau dipikir-pikir memang ketika proses seleksi essay on the spot & leaderless group discussion (LGD ) saya merasa saya tidak menjalankannya dengan baik. Tapi waktu itu saya masih optimis karena sesi wawancara terasa berjalan dengan baik. Meskipun saya terpojokkan oleh satu pertanyaan, tapi salah satu interviewer yang memojokkan saya dengan pertanyaan itu, di akhir interview mengucapkan bahwa LPDP Indonesia mencari kandidat seperti saya. 
Rasanya hati ini seperti naik roller coaster. Mual, takut, khawatir, antusias.

Hm. Ditolak itu rasanya campur aduk. Malu terhadap diri sendiri dan orang lain juga termasuk perasaan yang mengganggu. Sebenarnya menceritakan mengenai kegagalan itu tidak enak rasanya, seperti mengorek2 luka lama. Tapi saya  menyadari kalau saya tidak bisa larut-larut dalam kesedihan begini. Jadi saya menulis artikel ini sebagai wujud terapi mental saya & semoga artikel ini bisa berguna untuk calon-calon pendaftar LPDP yang agar mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk seleksi substansi LPDP. Balaskan rasa penyesalan saya dengan keberhasilan kalian ya!

Hal-hal yang mungkin menyebabkan saya tidak lulus seleksi substansi LPDP:

1. Essay on the spot yang tanggapannya tidak sesuai sasaran. 

Saya merasa saya menulis dengan banyak mengulang kata-kata, dan tidak memberikan contoh yang aplikatif dalam kasus yang diberi. Oya, saya memilih topik mengenai 'analisis lingkungan untuk mengurangi dampak negatif reklamasi'. Kurang lebih seperti itu topiknya. 

Waktu itu saya kurang informasi. Dugaan saya, saya akan menanggapi artikel dalam Bahasa Inggris, sehingga saya tidak terlalu khawatir mengenai kosa katanya. Ternyata yang diberikan hanya sepenggal kutipan kalimat dalam Bahasa Inggris seperti tes IELTS. 
Pelajarannya, peserta sebaiknya memperluas pengetahuan mengenai kosa kata dalam Bahasa Inggris. Untuk persiapan seleksi, saya selalu membaca koran Kompas, jadi secara topik saya mengerti, tapi penulisan jadi kacau balau karena saya sulit mengemukakan pendapat dalam Bahasa Inggris. Mungkin lebih baik kalau latihan dengan membaca atau menonton berita dalam Bahasa Inggris.

2. LGD yang pasif dan gugup.

Bagian ini juga saya tidak menyangka kalau artikelnya yang diberikan dalam Bahasa Indonesia. Dugaan saya, artikelnya akan berbahasa Inggris juga karena LGD akan dijalankan dalam Bahasa Inggris. Saya jadi gugup dan panik. Wah duo ini yang bahaya kalau untuk event seperti ini. Saya mengemukakan pendapat hanya sekali, dangkal, dan terbata-bata. 

Setiap peserta LGD juga harus memilih roles/peran yang pemilihannya bebas, misalnya memilih peran sebagai orangtua, penduduk, pemerintah, guru, atau profesi lainnya. Selanjutnya, setiap peserta harus mengemukakan pendapat sesuai dengan peran yang mereka pilih. Untuk bagian ini saya mengakui bahwa saya tidak mempersiapkan diri dengan informasi yang baik, yang berujung pada kepanikan. 

Pelajarannya, sebaiknya biasakan menonton berita dalam Bahasa Inggris, sehingga tidak gugup saat mendengarkan dan berbicara Bahasa Inggris.

3. Data penunjang wawancara.

Pada saat wawancara, saya tidak terpikir sama sekali untuk membawa portofolio kerjaan saya. Jackpotnya, saya ditanyakan mengenai portofolio kerjaan saya. Ah, sayang sekali. Padahal kalau saya membawa gambar-gambar berisi portofolio saya mungkin para interviewer akan tertarik untuk membahas itu lebih lanjut. Saya jadi terkesan belum menyiapkan diri secara maksimal.

Saya juga didesak dengan pertanyaan mengenai mengapa saya memilih universitas yang saya tuju. Apakah sudah terbukti bahwa universitas tersebut berhasil menginkubasi orang-orang dengan mimpi seperti saya. Saya sudah menjelaskan mengenai alasan pemilihan negara, kota, dan universitas tersebut merupakan pioneer di bidang yang saya ingin pelajari. Namun saya memiliki business dream yang bidangnya spesifik dan baru. Saya belum menemukan universitas yang lulusannya banyak bergerak di bidang tersebut secara spesifik. Sampai saat ini bahkan saya belum menemukan jawaban yang tepat untuk pertanyaan seperti itu. Kalau ada yang kepikiran untuk jawaban itu, mungkin bisa tolong dishare kepada saya, karena saya masih penasaran & butuh perspektif baru dari orang lain. hehe.
Pelajarannya adalah, siapkan portofolio pekerjaan yang dilakukan selama ini dan ingin ditonjolkan dalam wawancara. 

---

Pelajaran keseluruhan dari kegagalan saya dalam seleksi substansi LPDP adalah persiapkan diri kalian sebaik-baiknya, semaksimal-maksimalnya untuk ketiga proses seleksi substansi. Meskipun banyak orang menginformasikan bahwa yang terpenting adalah wawancara, tapi kalian harus benar-benar berusaha maksimal di ketiga tahapan di seleksi substansi LPDP. 

Semangat! semoga seluruh alam semesta memberkati kalian untuk menjadi awardee LPDP :).


9 comments:

  1. Semangat Dania! The best is yet to come!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you for your support ya Pii! Semangatt!!

      Delete
  2. Pengalaman yang baik..
    dicoba lagi tahun depan mbak..
    Sy barusan wawancara kemarin... kalau gak sukses, sy tinggal mengingat penulis Blog ini yang cukup tegar menghadapi kegagalan sebelumnya. Salam.

    ReplyDelete
  3. Thank you yaa! mungkin alam semesta punya rencana lain buat saya. hehe. Harus tetap semangat & berusaha! :)
    Wah, sudah lewat seleksi substantif ya. Saya ikut doakan semoga lolos ya! Selama sudah berusaha yang terbaik, pasti diberikan yang terbaik juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi mbak Dania, sy gak lolos LPDP haha..
      Tapi gak pa2, kan sudah banyak yang gagal to? Usaha dana yg lain aja.. dan sy sukses dapat dana lain dari DIKTI untuk membiayai penelitian sy.. setiap usaha pasti ada jalan. Sukses buat mbak Dania juga. Salam dari Ambon.

      Delete
  4. bisa cerita lebih lanjut mbak mengenai dreamnya, sepertinya menarik buat dibahas. hehe

    ReplyDelete
  5. Ayo kita coba lagi mb.. saya jg gagal pada seleksi sebelumnya.

    ReplyDelete
  6. Tetap semangat yaa mbak :) Terimakasih telah berbagi. Postingan berharga bagi kami2 yang mulai memupuk mimpi jadi awardee LPDP. Salam.

    ReplyDelete